Budaya Seni Tari Indonesia

4).Tari Tanggai
   Tari tanggai merupakan salah satu tarian tradisional dari daerah Sumatera Selatan. Tari tanggai ini dapat ditampilkan oleh satu, dua, atau empat orang penari yang masing-masing memegang kipas. Di dalam membawakan tari tanggai para penari ini menggunakan aksesoris berupa kuku-kuku panjang yang terbuat dari perak yang dipasang diujung jari para penari. Tari tersebut diiringi oleh irama Gamulan / Kulintang dengan ditingkahi para Menghanai yang membawakan bait tertentu yang dinamakan Ngadidang.

5).Tari Gandrung Banyuwangi
     Gandrung Banyuwangi berasal dari kata “gandrung”, yang berarti ‘tergila-gila’ atau ‘cinta habis-habisan’ dalam bahasa Jawa. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di Jawa Barat, tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian Barat, lengger di wilayah Banyumas dan joged bumbung di Bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).

6).Tari Gambyong
Tari gambyong pada awalnya adalah penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong. Dia hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Maka terciptalah sebuah tarian bernama tari Gambyong. Itu sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Dalam beberapa varian, penamaannya memunculkan istilah Tari Tayub. Jenis tarian itu berkaitan erat dengan istilah “ledhek” atau “taledhek” atau “tledhek”. Terlepas dari konotasi buruk yang sering mengiringi jenis tarian itu, ciri paling menonjol pada Gambyong atau Tayub adalah ruh kerakyatannya.




    




Free Web Hosting