


SEJARAH TARI
Seni tari terus tumbuh dan berkembang sejak zaman prasejarah, sejarah, sampai modern. Ini terlihat dari perkembangan geraknya. Dari yang sangat sederhana, sederhana, terkonsep secara estetis, sampai tidak beraturan/bebas.
1.Zaman Prasejarah
Karya tari pada zaman prasejarah betul-betul berbentuk ungkapan ekspresif. Rasa senang dan sedih diungkapkan dengan gerak hentakan kaki, tepukan tangan, jerit-jeritan dari nada rendah sampai melengking, bahkan berguling-guling.
2.Zaman Sejarah
Karya tari pada zaman sejarah bentuk-bentuk geraknya sudah mengarah pada maksud atau tujuan kegunaan menari. Tari tidak hanya sebagai ungkapan perasaan tetapi sebagai sarana hiburan dan persembahan. Masyarakat masa ini sudah mengenal tata bahasa sehingga terdapat bahasa gambar, syair mantra, serta sastra. Seni rupa dan teknologi pun sudah berkembang. Sehingga, unsur-unsur pendukung tari seperti busana, properti/perlengkapan tari, rias, dan musik juga telah lebih maju. Pada masa inilah muncul tari tradisional kerakyatan dan tari tradisional klasik.
3.Zaman Modern
Karya tari pada zaman modern bentuk-bentuk geraknya betul-betul digarap dengan model dan gaya baru yang lebih bebas. Misalnya bagaimana sosok manusia terbang ; hewan bermain, bernyanyi, dan bersendau gurau di taman; orang berjalan seperti robot, dll.