Budaya Seni Tari Indonesia
Fungsi tari klasik biasanya sebagai sarana upacara kerajaan dan adat. Bentuk gerak, irama, penghayatan, rias, dan busananya terkesan lebih estetis dan mewah. Contoh : Tari Topeng Lana (Jawa Barat), Tari Bedhaya, Tari Serimpi, Tari Sawu (Jawa Tengah), Tari Beskalan, Tari Ngremo (Jawa Timur), Tari Rejang (Bali), Tari Syang Hyang (Bali).

3.Tari Kreasi
   Tari Kreasi adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tradisional klasik. Gerak ini berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. Selain bentuk geraknya, irama, rias, dan busananya juga merupakan hasil modifikasi tri tradisi. Bentuk tari yang lebih baru lagi misalnya Tari Pantomim, Operet, dan kontemporer. Contoh : Tari Kreasi Baru, Tari Oleg Tambuliling, Tari Tenun, Tari Wiranata, Tari Panji Semirang (Bali), Tari Kijang, Tari Angsa, Tari Kupu-kupu, Tari Merak (Jawa), Tari Pattenung, Tari Padendang, Tari Bosara, Tari Lebonna (Sulawesi Selatan), dll.

4.Tari Upacara
Dalam kehidupan masyarakat di Nusantara kegiatan upacara sudah dilaksanakan sejak dulu. Biasanya dalam kegiatan upacara, tari dijadikan sebagi medianya. Upacara-upacara yang sering menggunakan tari sebagai media, yaitu :
a)Upacara Keagamaan
(1). Tari Sang Hyang, Gabor, Wayang Uwong, Gambuh, dll (Bali),
(2). Tari Ngalase (Jawa Barat), Sanyang (Jawa Timur), dan Seblang           (Banyuwangi).
(3). Tari Randai, Tor-tor (Sumatera),
(4). Tari Gantan dan tari Huda (Kalimantan),


Free Web Hosting